Pages

Tag Cloud

Diberdayakan oleh Blogger.

Esy midwife

Esy midwife
Awal Duduk di Bangku Kuliah

About Me

Foto Saya
BAngli, bali, Indonesia
Berdoa Dan kerja Keras awal Dari Keberhasilan.....

Jumat, 22 Juni 2012

SAP IMUNISASI CAMPAK


SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
IMUNISASI CAMPAK

       I.      IDENTIFIKASI MASALAH
            Campak adalah penyakit yang sangat menular pada masa anak-anak dan juga menyerang orang dewasa. Gejala-gejala campak cukup menakutkan dan anak-anak yang kurang gizi mudah terserang komplikasi yang fatal. Penyebab penyakit ini adalah infeksi virus rubeola yang kemudian ditularkan lewat batuk, bersin dan tangan yang kotor oleh cairan hidung.
Imunisasi campak memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak (tampek). Imunisasi campak diberikan sebanyak 2 kali. Pertama, pada saat anak berumur 9 bulan atau lebih, Campak 2 diberikan pada umur 5-7 tahun. Pada kejadian luar biasa dapat diberikan pada umur 6 bulan dan diulangi 6 bulan kemudian. Vaksin disuntikkan secara langsung di bawah kulit (subkutan).
Campak 1 diperlukan untuk menimbulkan respon kekebalan primer, sedangkan Campak 2 diperlukan untuk meningkatkan kekuatan antibodi sampai pada tingkat yang tertingi. Efek samping yang mungkin terjadi berupa demam, ruam kulit, diare.
            Pengetahuan yang kurang tentang pentingnya imunisasi campak bagi ibu-ibu yang mempunyai bayi akan berpengaruh terhadap tingkat kesehatan  bayinya, sehingga diperlukan penyuluhan bagi ibu-ibu agar dapat mengetahui, betapa pentingnya imunisasi bagi kesehatan anaknya.

          II.      PENGANTAR
Bidang Studi   : Kebidanan Komunitas
Topik               : Imunisasi Campak
Sub Topik        : Pentingnya Imunisasi Campak  bagi bayi
Sasaran            : Ibu “R”
Hari/Tanggal   : Sabtu, 28 Juni 2008
Jam                  : 11.00-11.40 WIB
Waktu             : 40 menit
Tempat            :  di Posyandu “MURTI”

       III.      TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti kegiatan Penyuluhan tentang Imunisasi Campak di Posyandu “MURTI” selama 40 menit, diharapkan ibu-ibu yang mempunyai bayi dapat mengetahui pentingnya Imunisasi Campak bagi anaknya.

       IV.      TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mengikuti kegiatan Penyuluhan tentang Imunisasi Campak di Posyandu “MURTI” selama 40 menit, diharapkan ibu-ibu yang mempunyai bayi dapat mengetahui tentang:
1.      Pengertian Penyakit Campak
2.      Penyebab Penyakit Campak
3.      Gejala Penyakit Campak
4.      Dampak & Komplikasi yang terjadi
5.      Cara Penularan Campak
6.      Pencegahan dan Penanganan dengan imunisasi

          V.      MATERI
Terlampir
       VI.      MEDIA
1.      Materi SAP
2.      Leaflet
    VII.      METODE
1.      Penyuluhan
2.      Tanya jawab

 VIII.      KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
1.
5 menit
Pembukaan :
  1. Memberi salam
  2. Menjelaskan tujuan penyuluhan
  3. Menyebutkan materi/pokok bahasan yang akan disampaikan

Menjawab salam
Mendengarkan dan memperhatikan
2.
20 menit
Pelaksanaan :
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur.
Materi :
1.      Pengertian Penyakit Campak
2.      Penyebab Penyakit Campak
3.      Gejala Penyakit Campak
4.      Dampak & Komplikasi yang terjadi
5.      Cara Penularan Campak
6.      Pencegahan dan Penanganan dengan imunisasi


Menyimak dan memperhatikan
3.
10 menit
Evaluasi :
-          Menyimpulkan inti penyuluhan
-          Menyampaikan secara singkat materi penyuluhan
-          Memberi kesempatan kepada ibu-ibu untuk bertanya
-          Memberi kesempatan kepada ibu-ibu untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan

Menyimak dan mendengarkan
4.
5 menit
Penutup :
-          Menyimpulkan materi penyuluhan yang telah disampaikan
-          Menyampaikan terima kasih atas perhatian dan waktu yang telah di berikan kepada peserta
-          Mengucapkan salam

Menjawab salam

       IX.      PENGESAHAN
Yogyakarta,
Sasaran                                                         Pemberi Materi Penyuluhan

  (Ibu “R”)                                                          (Ni Wayan Esi Karlina)
                                       Mengetahui,
                                   Pembimbing PKL

                               (Sulistyaningsih, SKM)
          X.      EVALUASI
Metode Evaluasi         : Diskusi dan Tanya jawab
Jenis Pertanyaan          : Lisan
Jumlah Soal                 : 3 soal

       XI.      LAMPIRAN MATERI
a.      Pengertian penyakit campak
Campak adalah penyakit yang sangat menular pada masa anak-anak dan juga menyerang orang dewasa. Gejala-gejala campak cukup menakutkan dan anak-anak yang kurang gizi mudah terserang komplikasi yang fatal.
b.      Penyebab penyakit campak
Penyebab penyakit ini adalah infeksi virus rubeola.
c.       Gejala Penyakit Campak
-    Demam tinggi, paling tinggi dicapai setelah 4 hari
- Bintik putih pada bagian dalam pipi di sebelah depan gigi premolar
- Mata merah, berair
- Tenggorokan sakit, pilek, batuk yang khas kering dan keras
- Pada beberapa anak terdapat muntah-muntah dan diare
- Bintik yang khas ini muncul di belakang telinga, menyebar ke muka    kemudian ke seluruh badan.
d.      Dampak dan Komplikasi yang terjadi
Bila campak tak diobati akan berbahaya karena dampaknya yang bisa bermacam-macam. Anak pun akan rewel, sulit minum, tak bisa tidur, bisa kejang, kekurangan cairan, sesak nafas dan sebagainya.
Sedangkan Komplikasi Campak meliputi :
-
Infeksi telinga bagian tengah
- Bronkhitis (infeksi saluran pernafasan bagian bawah)
- Pneumonia (infeksi paru-paru)
- Encephalitis (radang otak)
e.       Cara Penularan
Cara penularan penyakit campak, ditularkan lewat batuk, bersin dan tangan yang kotor oleh cairan hidung.
Yang patut diwaspadai, penularan penyakit campak berlangsung sangat cepat melalui perantara udara atau semburan ludah (droplet) yang terisap lewat hidung atau mulut. Penularan terjadi pada masa fase kedua hingga 1-2 hari setelah bercak merah timbul. Sayangnya, masih ada anggapan yang salah dalam masyarakat akan penyakit campak. Misalnya, bila satu anggota keluarga terkena campak, maka anggota keluarga lain sengaja ditulari agar sekalian repot. Alasannya, bukankah campak hanya terjadi sekali seumur hidup? Jadi kalau waktu kecil sudah pernah campak, setelah itu akan aman selamanya. Ini jelas pendapat yang tidak benar karena penyakit bukanlah untuk ditularkan. Apalagi dampak campak cukup berbahaya.
Anggapan lain yang patut diluruskan, yaitu bahwa bercak merah pada campak harus keluar semua karena kalau tidak malah akan membahayakan penderita. Yang benar, justru jumlah bercak menandakan ringan-beratnya campak. Semakin banyak jumlahnya berarti semakin berat penyakitnya. Dokter justru akan mengusahakan agar campak pada anak tidak menjadi semakin parah atau bercak merahnya tidak sampai muncul di sekujur tubuh.
Selain itu, masih banyak orang tua yang memperlakukan anak campak secara salah. Salah satunya, anak tidak dimandikan. Dikhawatirkan, keringat yang melekat pada tubuh anak menimbulkan rasa lengket dan gatal yang mendorongnya menggaruk kulit dengan tangan yang tidak bersih sehingga terjadi infeksi berupa bisul-bisul kecil bernanah. Sebaliknya, dengan mandi anak akan merasa nyaman.
f.       Pencegahan dan Penanganan dengan Imunisasi
1)      Pencegahan dan Pengobatan
Anak yang diduga terkena campak harus dipastikan dulu apakah betul-betul campak atau bukan. Bila diagnosis sudah ditegakkan, dan tak ada komplikasi, anak cukup dirawat di rumah. Tetapi, bila sampai terjadi komplikasi harus dirawat di rumah sakit. Yang terang, bila campak tak diobati akan berbahaya karena dampaknya yang bisa bermacam-macam. Anak pun akan rewel, sulit minum, tak bisa tidur, bisa kejang, kekurangan cairan, sesak nafas dan sebagainya. Jadi jangan punya anggapan bahwa campak didiamkanpun tak apa-apa. Dan, pengobatan campak dilakukan untuk mengobati gejalanya. Hal ini disebabkan karena penyebab campak adalah virus. Jadi, bukan mematikan virusnya. Karena begitu gejala penyakitnya timbul virusnya sendiri sudah tak ada. Jadi, anak akan diberi obat penurun panas untuk demam, obat sariawan untuk sariawan (bila ada), dan obat diare untuk mengatasi diarenya. Dan obat batuk untuk mengobati batuknya. Lalu disiapkan pula obat anti kejang bila anak punya bakat kejang.
Sebaiknya anak berpantang makanan yang merangsang batuk, seperti goreng-gorengan, permen dan coklat. Selain itu, berilah anak makanan yang mudah dicerna.
Umumnya bila anak terkena campak akan rentan sehingga mudah sekali terkena penyakit lain. Misalnya bila di sekitarnya ada yang flu, radang tenggorokan atau bahkan TBC, maka diapun bisa terkena. Biasanya masa rentan ini berlangsung sebulan setelah sembuh.
2)      Pencegahan dengan Imunisasi
Imunisasi campak memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak. Imunisasi campak diberikan sebanyak 2 kali. Pertama, pada saat anak berumur 9 bulan atau lebih, Campak 2 diberikan pada umur 5-7 tahun. Pada kejadian luar biasa dapat diberikan pada umur 6 bulan dan diulangi 6 bulan kemudian. Vaksin disuntikkan secara langsung di bawah kulit (subkutan).
Campak 1 diperlukan untuk menimbulkan respon kekebalan primer, sedangkan Campak 2 diperlukan untuk meningkatkan kekuatan antibodi sampai pada tingkat yang tertingi.

    XII.      DAFTAR PUSTAKA
Levi Silalahi, Berbagai Sumber
Dedeh Kurniasih. Ilustrator: Pugoeh
Hand out ibu Dewi Rokhanawati tentang Imunisasi semester IV












separador

0 komentar:

Poskan Komentar

Followers